Tuesday, May 2, 2017

P H O E N I X .

"Great leaders do not tell you what to do, they show you how it is done."
---


Dear you guys,



My only reason for never giving up. I do not ask anything else, just promise if you will stay in the middle of my chaos and my hard times. Believe me, we can do this and show them how it's done. Do not satisfied fastly and afraid to fail, because the one who falls and gets up is so much stronger than the one who never fell. Trust me, you will never had that days again, you just can feel and remember what had done when it is done. So make it count, love the process and enjoy the path direct you.



Regards me,

person that 24/7 that always there for you.


---

Let me introduce them, who became one of my reasons for smiling up to this moment. Check our Youtube Channel below :





"One Team. One Spirit. One Goal" - PHOENIX 2017
 BEM Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom .

Saturday, April 1, 2017

U n t i t l e d -


Ketika, kurasakan sudah
ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika, ku sadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada

Mungkin memang, ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

Adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bila kah ku mengganggu harimu, mungkinkah kau inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu?

Bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat ku miliki?
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

Kau yang ada, di hatiku

Bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau, kaulah yang ada, di hatiku

Kau yang ada, di hatiku
adakah ku, di hatimu

-R

Saturday, January 7, 2017

Mengapa kita berbeda?

"Jika kita tidak bisa bersama karena perbedaan, lalu mengapa aku makin cinta?"

---

         Begitu banyak perbedaan diantara kita, namun entah apa yang menjadi alasan cinta ini semakin terasa. Mungkin ini hanya egoisku yang cukup besar menginginkanmu dengan segala perbedaan yang tidak dapat mempersatukan kita. Namun apakah dengan perbedaan ini membuat kita tidak bisa untuk bersatu dalam suatu ikatan cinta?

Keinginan untuk menyatukan perbedaan ini mengeras dikepalaku. Menentang segala pendapat hanya untuk menyatukan perbedaan. Banyak sekali hal yang membuat sulitnya kita untuk saling menerima dan melepaskan satu sama lain. Menerima perbedaan dan melepaskan semua keinginan. Mungkin sekali lagi ini adalah egoisku untuk menginginkanmu, tapi tidak bisakah aku memilikimu untuk sisa hidupku dengan segala perbedaan yang bersarang diantara kita berdua?

         Jika ini memang hanya aku dan kemauanku, bukankah kamu pernah mengatakan untuk bersama kita melawan dunia? Untuk memperjuangkan kita tanpa peduli siapa dan apa? Atau memang hanya aku saja dan kamu sudah tidak?

Aku memang sudah tidak bisa memeluk dan menghapus lukamu dalam gelap, tetapi ketahuilah bahwa selalu terselip namamu dalam setiap doaku. Mengharapkanmu menjadi suatu kemungkinan yang selalu ku semogakan disetiap sepertiga malamku. Namun apa hanya ini cara kita dan menerima semua dalam luka? Tak adakah lagi kita untuk memperjuangkan rasa bahagia?

         Hatiku masih hancur ketika menyadari bahwa kamu dan aku tidak akan lagi menjadi kita. Maaf mungkin memang benar aku terlalu egois yang menginginkan kita tetap menjadi kita. Tapi bisakah kita kembali? Mengulang semua kejadian serta menjalaninya tanpa menghiraukan mereka dan merencanakan dengan matang semua janji untuk meraih kebahagiaan.

Bisakah? Atau kamu mungkin sudah lupa dengan semua mimpi kita untuk melakukan perjalanan panjang dan melawan siapa saja yang menolak untuk sependapat?

Jika memang kita sudah berbeda, aku akan selalu mencoba untuk mengerti. Karena ketika bahagiaku masih kamu dan bahagiamu adalah hidup tanpa memperjuangkan kita, aku akan mencoba lebih memahami seperti yang selalu kulakukan selama ini.

         Aku akan pergi, mungkin pada akhirnya tanpa kembali. Harapanku telah dipatahkan oleh keraguanmu akan kita, akan perbedaan. Tapi mengapa masih aja aku mencintamu? Rasa ini berlipat-lipat ganda dan selalu ada setiap harinya.

Jika suatu saat kita dipertemukan dalam keadaan yang paling asing, semoga perasaan kita masih akan tetap sama. Perasaan pernah saling memiliki dan bahagia diatas luka. Doaku, semoga kamu bahagia dan selalu bahagia.

Amin.

Sunday, January 1, 2017

Saturday, December 31, 2016

Danke .


"Karena sedih dan bahagia hanya titipan Allah semata, sudah kupersiapkan hati sebelum semua hal terburuk terjadi. Bagaimanapun akhirnya nanti, jika kita sama-sama tersakiti, maka aku yang akan terlebih dahulu pergi ." 

---

          Mungkin semua perilaku dan perkataanku masih terlihat seperti wanita patah hati, but seriously saya jauh lebih bahagia dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Karena untuk menciptakan kebahagiaan, dia tidak perlu ikut campur didalamnya. Bahagia tercipta karena kita yang menjalankan. Dan saya bahagia menjalani ini semua tanpa kamu sekalipun didalamnya.

Masih terlihat seperti curhatan wanita patah hati?

Okay, saya menyerah. Memang untuk membangkitkan hati yang telah berkali-kali terjatuh dan memaksakan diri yang telah berkali-kali ditipu ini tidak semudah yang mereka sarankan. Sakit hati mungkin iya, tapi tolong percaya, itu hanya berlaku beberapa hari setelah kepergiaannya. Saya memang bodoh, tapi maaf untuk hal seperti ini saya mungkin jauh lebih pintar. Saya telah memperingatkan hati dari jauh hari sebelum hal buruk seperti ini meremukkan hati.

          Mungkin tidak semua caci maki yang akan saya lontarkan padanya jika dipertemukan nanti, terlebih saya ingin berucap terima kasih. Lagi-lagi dia mengajarkan saya bagaimana menjadi wanita pemaaf dan sabar dalam menerima segala keadaan yang ada.

Ps : Terima kasih juga telah menjelaskan siapa kamu sebenarnya, ternyata pencitraan still exist.

---

Happy new-year, bye 2016.

Tuesday, December 27, 2016

Usai disini.


Pernahkah kamu merasa hampa dan tidak baik-baik saja?

Seperti kehilangan sesuatu namun tak tau itu apa. Ingin sekali rasanya melupakan namun enggan, ingin tertawa namun tertahan. Pernah?
Pernah
---

Yogyakarta. Desember 27, 2016.

Aku kembali, membawa semua sisa serpihan hati yang kau bawa pergi dan tak kembali.
         Aku terus menerus menyebutkan namamu, tanpa tau alasan apa lagi masih ada kamu dalam hidupku. Mungkin ini adalah bukti bahwa semesta ikut berkonspirasi akan rinduku yang tak bertepi. Sore itu, ketika senja dipelupuk mata, aku mengulang-ulang semua reka adegan dari awal kita berjumpa hingga memaksakan untuk berpisah.

Seandainya bisa kutawar, aku ingin hidup biasa-biasa saja tanpa ada perpisahan dan kehilangan didalamnya. Biarkanlah cerita kesedihan ini berjalan apa adanya tanpa ada dua diantaranya.

"Aku ingin kamu jatuh cinta lagi padaku disini, di Yogyakarta"

Masih hangat ucapnya di daun telinga. Semua tempat ini mengingatkanku banyak hal akannya, tentang senyum yang tak pernah berhenti dan tentang cerita cinta yang kuharap tidak akan pernah mati.

Hujan membangunkanku akan kenangan yang telah lama terlelap. Seperti memanggilnya untuk pulang, seseorang yang lama telah pergi tapi ingatan tentangnya masih. Seruan kilat menyambar, menggetarkan hati mendewasakan diri.

Ku cukupkan hatiku.

Cukup padamu aku pernah meletakkan diriku jauh lebih rendah dari tanah yang kupijak. Anggap aku bodoh yang masih saja belum menemukan kata sudah diatas hubungan yang telah kau pecah.

Terimakasih karena telah mengajariku banyak hal yang mungkin akan mengeluarkan isak tangis ketika mengingatnya. Aku siap untuk melewati setiap tanggal dan bulan yang sama di tahun yang berbeda, tanpa mu. Setelah sedih ini, ku janji akan menguburmu dalam sepi, walau perih tapi tolong jangan lagi kembali.


note : terimakasih untuk 2016 yang berliku ini sayang, bahagialah selalu. 

Monday, December 12, 2016

Sebentar yang kuharap Selamanya.


          Jika mencintaimu adalah kesalahan, maka kesalahan keduaku adalah mengingatmu secara sengaja. Mengingatmu sama seperti menancapkan duri dalam hati, terasa sakit namun aku tidak bisa berhenti. Kau selalu berkata untuk sesuatu yang pasti, dan ku menyimpanmu dalam hati.

Aku dan kamu (mungkin) telah sama-sama lelah. Kamu yang lelah mengingat bahwa ada aku yang menunggumu begitu sabar dengan ribuan luka yang bertebaran, sedangkan aku lelah berharap kamu mengingatku sebagai wanita yang dulu kau sebut berharga.
"Andai saja suatu saat tiba-tiba putus asa itu hadir diantara kita, berhentilah. Berhentilah sejenak, toleh ke belakang. Lihatlah betapa jauh perjalanan yang telah kita susuri dan betapa besar pengorbanan tanpa tepi yang kulalui ini, untukmu."
Sesak.

          Ketika harus mengingat semua ucapan tulus yang sering kau sebut itu janji, kini tidak ada lagi. Jangan tanya mengenai luka, karena tidak akan bisa kuutarakan. Perihal luka yang sempat kau goreskan, akan selalu kupendam sedalam-dalamnya dalam diam. Agar hanya kebahagiaan yang selalu kau genggam dengan siapapun disana.

Ternyata aku mulai lelah mengingat yang telah terlewat, tentang aku, kamu dan kita. Aku sudah bisa mengikhlaskan semuanya, termasuk kau dan dia. Tetapi maaf ternyata menerima kenyataan bahwa kau tak lagi ada untukku , itu cukup susah. Biarkan semua rasa dan luka ini menjadi seperti sisa hujan yang pada akhirnya akan mengering disaat waktunya tiba.

Doaku, semoga kau selalu bahagia dipelukannya.