Wednesday, July 19, 2017

Kali Kedua.


"Aku ingin sekali menyadarkan diriku bahwa aku hanyalah pelarian dari sedih-sedih yang mengalir pada matamu" - D

---

Surabaya, 15 Juli 2017.

               Entahlah akan sejauh mana kita akan mengagumi, menyayangi hingga merindukan satu sama lain. Kadang aku merasa sedih mengingat semua kenyataan bahwa aku tidak lebih dari seorang perusak hubungan orang. Tetapi dilain sisi aku merasa cukup, cukup dengan kamu, semua terasa jauh lebih baik. Bagaimana tidak? Jika kamulah satu-satunya pria yang mengingatkanku ketika lupa, menenangkan ketika ku marah, menyemangati ketika ku lelah, mengimbangi serta melengkapi ketika aku mulai pincang.

Banyak hal yang kadang membuatku tersenyum tanpa sepengetahuanmu. Sepeti caramu berjalan tepat disampingku, melindungiku dari sinar matahari, memakan semua makanan yang salah ku beli, menggenggam tanganku saat menyebrang jalan, menjagaku dan semua caramu meyakinkan aku. Ternyata baru kusadari bahwa bahagia ternyata sesederhana ini.

               Jika aku boleh egois, aku akan selalu berdoa kepada Tuhan agar terus seperti ini tanpa ada tepi. Aku akan selalu menyebutkan namamu dalam setiap doaku, meminta kepada Tuhan hal-hal baik untuk kita. Hanya saja aku tidak bisa sejahat itu. Bagaimana bisa aku tega melihat wanita yang telah sabar dan kuat bersamamu selama bertahun-tahun sedih karena kehilanganmu begitu saja? Aku tidak akan setega itu. Dengan aku masuk dan mengusik duniamu seperti ini saja sudah membuatku pilu, tapi mengapa seperti ini menjadi candu?

Aku menyayangimu, sungguh. Mungkin bagimu ini hanya kesenangan disaat bosan, tetapi pernahkah sedikit terbesit di benakmu tentang aku? Aku yang selalu memikirkanmu tanpa henti, aku yang selalu menunggu pesanmu tiap detik, aku yang selalu mengkhawatirkan tapi mungkin kamu tidak mengerti. Ya apalah arti seseorang yang kamu anggap tidak lebih dari sekedar teman ini. Mungkin aku yang harus sadar diri untuk saat ini.

               Kalau saja memang kamu yang membuatku bahagia, tapi Tuhan tau kamu tidak kubutuhkan, akan kuminta pada-Nya untuk membuatku bahagia dengan segala hal yang tidak aku suka.

Percayalah. Ketika suatu saat nanti kamu ingin berhenti dan pergi, aku akan selalu disini menunggumu kembali. Menjadi seseorang yang diam-diam berperan sebagai bahu terdepanmu ketika kau terluka, mengusap air matamu perlahan dan selalu membuka pintu ketika kamu pulang. Sesederhana ini peranku dalam duniamu, karena mungkin kita hanyalah sebatas lengan yang tak perna dipertemukan dengan pelukan.


your (official) friend.
-AR


---

"Ia menyamar sedemikian pintar mengusap air matamu perlahan. Namun, ia juga yang pada akhirnya mengusap matanya sendiri, sebab kadang yang mendengarkan butuh juga ditempatkan -hatinya"

Monday, June 19, 2017

Yang Kedua


Relationship it's not than just the dates, holding hands and kissing. It's about accepting each other's flaws. It's about being yourself and finding happiness together. The point is about seeing an imperfect person perfectly just the way they are. 
---

          Aku selalu meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan hatiku dengan cepat, agar ketika aku dihadapkan pada suatu pilihan, aku siap. Dan pilihanku jatuh kepadanya. Seseorang yang menyita seluruh siangku dan malamku. Seseorang yang namanya selalu terselip dalam doa disepertiga malamku. Seseorang yang selalu menjadi alasan ku untuk tersenyum. Namun bukan aku satu-satunya wanita yang menyita seluruh waktunya, wanita yang tergenggam dalam doanya, dan bukan juga wanita yang menjadi salah satu alasan dalam senyumnya.

Tapi rasanya terlalu sia-sia jika memaksanya untuk ada aku di dalam hari-harinya. Bagaimana tidak, akan ada salah satu pihak yang pada akhirnya tersakiti jika kita memaksakan kehendak satu sama lain. Entah aku, entah dia, atau wanitanya.

Kamu ...

Aku membiarkanmu masuk ke dalam hidupku, lagi. Membiarkanmu memasuki pintu-pintu di hatiku dan mendoktrin otakku. Aku tidak peduli bagaimana pada akhirnya ini, walaupun aku sadar bahwa akulah yang akan sangat menderita nanti. Tapi biarkanlah sesederhana ini, seperti kata rindu yang selalu ku ucap dan kau membalasnya dengan aku juga merindukanmu. 

Aku paham betul ini adalah kesalahan. Paham sekali kesakitan seperti apa yang dirasakan wanitamu ketika mengetahui pria yang dicintainya selama ini pergi dengan wanita lain. Dan aku sangat paham bagaimana hancurnya wanitamu ketika pada akhirnya kamu pergi meninggalkannya dan membangun kebahagiaan baru bersamaku.

Ini bukan masalah cinta atau tak cinta, tapi rasanya sungguh egois jika aku masih saja berusaha memilikimu ketika aku sendiri tahu bahwa kamu milik orang lain. Andai kamu tahu, aku hanya seperti menunggu tanpa tahu apa yang harus kutunggu, seperti ingin pergi tanpa tahu apa yang sebenarnya harus ditinggalkan.

          Jika memilikimu adalah ketidakmungkinan, mungkin menemukanmu adalah sebuah jawaban. Aku bahagia melewati setiap detik ketika denganmu, menyusuri malam dari balik tubuhmu. Aku harap ini tidak akan pernah berakhir, namun jika Tuhan memiliki rencana lain, aku akan siap untuk melepaskanmu sesuai permintaan Tuhan.

Bagaimanapun akhirnya nanti, kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu kudoakan dalam setiap sujud. Apapun peranku dalam hidupmu, semoga aku tidak menjadi beban dan susah bagimu. Aku ingin kamu bahagia, ada atau tidak adanya aku dalam hidup dan hatimu.


Dari : Aku yang kedua dihatimu.
-AR

Tuesday, May 2, 2017

P H O E N I X .

"Great leaders do not tell you what to do, they show you how it is done."
---


Dear you guys,



My only reason for never giving up. I do not ask anything else, just promise if you will stay in the middle of my chaos and my hard times. Believe me, we can do this and show them how it's done. Do not satisfied fastly and afraid to fail, because the one who falls and gets up is so much stronger than the one who never fell. Trust me, you will never had that days again, you just can feel and remember what had done when it is done. So make it count, love the process and enjoy the path direct you.



Regards me,

person that 24/7 that always there for you.


---

Let me introduce them, who became one of my reasons for smiling up to this moment. Check our Youtube Channel below :





"One Team. One Spirit. One Goal" - PHOENIX 2017
 BEM Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom .

Saturday, April 1, 2017

U n t i t l e d -


Ketika, kurasakan sudah
ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika, ku sadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada

Mungkin memang, ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

Adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bila kah ku mengganggu harimu, mungkinkah kau inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu?

Bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat ku miliki?
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

Kau yang ada, di hatiku

Bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau, kaulah yang ada, di hatiku

Kau yang ada, di hatiku
adakah ku, di hatimu

-R

Saturday, January 7, 2017

Mengapa kita berbeda?

"Jika kita tidak bisa bersama karena perbedaan, lalu mengapa aku makin cinta?"

---

         Begitu banyak perbedaan diantara kita, namun entah apa yang menjadi alasan cinta ini semakin terasa. Mungkin ini hanya egoisku yang cukup besar menginginkanmu dengan segala perbedaan yang tidak dapat mempersatukan kita. Namun apakah dengan perbedaan ini membuat kita tidak bisa untuk bersatu dalam suatu ikatan cinta?

Keinginan untuk menyatukan perbedaan ini mengeras dikepalaku. Menentang segala pendapat hanya untuk menyatukan perbedaan. Banyak sekali hal yang membuat sulitnya kita untuk saling menerima dan melepaskan satu sama lain. Menerima perbedaan dan melepaskan semua keinginan. Mungkin sekali lagi ini adalah egoisku untuk menginginkanmu, tapi tidak bisakah aku memilikimu untuk sisa hidupku dengan segala perbedaan yang bersarang diantara kita berdua?

         Jika ini memang hanya aku dan kemauanku, bukankah kamu pernah mengatakan untuk bersama kita melawan dunia? Untuk memperjuangkan kita tanpa peduli siapa dan apa? Atau memang hanya aku saja dan kamu sudah tidak?

Aku memang sudah tidak bisa memeluk dan menghapus lukamu dalam gelap, tetapi ketahuilah bahwa selalu terselip namamu dalam setiap doaku. Mengharapkanmu menjadi suatu kemungkinan yang selalu ku semogakan disetiap sepertiga malamku. Namun apa hanya ini cara kita dan menerima semua dalam luka? Tak adakah lagi kita untuk memperjuangkan rasa bahagia?

         Hatiku masih hancur ketika menyadari bahwa kamu dan aku tidak akan lagi menjadi kita. Maaf mungkin memang benar aku terlalu egois yang menginginkan kita tetap menjadi kita. Tapi bisakah kita kembali? Mengulang semua kejadian serta menjalaninya tanpa menghiraukan mereka dan merencanakan dengan matang semua janji untuk meraih kebahagiaan.

Bisakah? Atau kamu mungkin sudah lupa dengan semua mimpi kita untuk melakukan perjalanan panjang dan melawan siapa saja yang menolak untuk sependapat?

Jika memang kita sudah berbeda, aku akan selalu mencoba untuk mengerti. Karena ketika bahagiaku masih kamu dan bahagiamu adalah hidup tanpa memperjuangkan kita, aku akan mencoba lebih memahami seperti yang selalu kulakukan selama ini.

         Aku akan pergi, mungkin pada akhirnya tanpa kembali. Harapanku telah dipatahkan oleh keraguanmu akan kita, akan perbedaan. Tapi mengapa masih aja aku mencintamu? Rasa ini berlipat-lipat ganda dan selalu ada setiap harinya.

Jika suatu saat kita dipertemukan dalam keadaan yang paling asing, semoga perasaan kita masih akan tetap sama. Perasaan pernah saling memiliki dan bahagia diatas luka. Doaku, semoga kamu bahagia dan selalu bahagia.

Amin.

Sunday, January 1, 2017

Saturday, December 31, 2016

Danke .


"Karena sedih dan bahagia hanya titipan Allah semata, sudah kupersiapkan hati sebelum semua hal terburuk terjadi. Bagaimanapun akhirnya nanti, jika kita sama-sama tersakiti, maka aku yang akan terlebih dahulu pergi ." 

---

          Mungkin semua perilaku dan perkataanku masih terlihat seperti wanita patah hati, but seriously saya jauh lebih bahagia dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Karena untuk menciptakan kebahagiaan, dia tidak perlu ikut campur didalamnya. Bahagia tercipta karena kita yang menjalankan. Dan saya bahagia menjalani ini semua tanpa kamu sekalipun didalamnya.

Masih terlihat seperti curhatan wanita patah hati?

Okay, saya menyerah. Memang untuk membangkitkan hati yang telah berkali-kali terjatuh dan memaksakan diri yang telah berkali-kali ditipu ini tidak semudah yang mereka sarankan. Sakit hati mungkin iya, tapi tolong percaya, itu hanya berlaku beberapa hari setelah kepergiaannya. Saya memang bodoh, tapi maaf untuk hal seperti ini saya mungkin jauh lebih pintar. Saya telah memperingatkan hati dari jauh hari sebelum hal buruk seperti ini meremukkan hati.

          Mungkin tidak semua caci maki yang akan saya lontarkan padanya jika dipertemukan nanti, terlebih saya ingin berucap terima kasih. Lagi-lagi dia mengajarkan saya bagaimana menjadi wanita pemaaf dan sabar dalam menerima segala keadaan yang ada.

Ps : Terima kasih juga telah menjelaskan siapa kamu sebenarnya, ternyata pencitraan still exist.

---

Happy new-year, bye 2016.