Saturday, February 21, 2015

Summer .


"Because the smelt of salt and sand, the power of sun and sky. There is no elixir on this blessed earth like it"
 ---

          Ketika pertama kali ku belajar membaca peta, hal yang pertama ku lakukan adalah bergumam dalam hati untuk menjajahi pulau-pulau indah di Indonesia. Saat itu memang belum begitu paham mana dulu yang akan dijajah, sampai pada akhirnya memutuskan Indonesia Timur.

Indonesia Timur terlalu luas untuk di explore dalam waktu singkat. Well, I choose Gili Island for my first destination. Alasannya? Mungkin karena Pulau Lombok mempunya tiga Gili yang sangat terkenal, tapi honestly alasannya lebih dari itu. Lets we check. 

Gili Trawangan merupakan suatu pulau kecil dimana kita bisa menikmati sunset dan sunrise dalam suatu waktu, karena Gili Trawangan memiliki pantai dibagian Barat dan Timur. Selain itu yang membuat berkesan adalah, di gili-gili ini sudah dipastikan tidak ada kendaraan bermotor. Mulai dari penduduk lokal dan wisatawan difasilitasi dengan sepeda atau kereta kuda atau yang sering disebut cidomo.

Foto ini diambil ketika akan landing di Bandar Udara Internasional Praya Lombok. Bisa kita lihat, terdapat tiga pulau kecil dan itu adalah Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

By the way, aku flight dari Surabaya. Setelah tiba di Bandar Udara Praya, akhirnya aku memutuskan untuk melanjtutkan perjalanan menggunakan Bus Damri yang memang disediakan oleh pihak bandara. Loket bus Damri ini bisa kalian temukan tepat dipintu keluar bandara. Dengan harga 35,000 perorang kita bisa melanjutkan perjalanan sampai pantai Senggigi. Setibanya di pantai Senggigi, kita harus melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Bangsal. Ada dua opsi, pertama kita bisa menggunakan speedboat yang jelas bisa langsung sampai ke Gili Trawangan dengan biaya yang cukup mahal dan opsi trakhir kalian bisa menggunakan angkutan umum dan atau shuttle car. Dan kebetulan saat itu kita kebarengan dengan wisatawan asal Surabaya, jadi kita putuskan untuk shuttle car dengan biaya total yang nantinya dibagi setiap orangnya. Kita hanya perlu mengeluarkan 50,000 perorangnya, so cheap. 

Setelah sampai di pelabuhan Bangsal, akhirnya one step closer, kita harus memesan tiket untuk penyebrangan dengan kapal ekonomi penduduk lokal. Dengan hanya 36,000 kita bisa menyebrangi laut dan sampai ke Gili Trawangan. Sedikit catatan buat kalian yang memang ingin ke Gili Trawangan dengan menggunakan opsi kedua, jangan terlalu sore karena faktor cuaca yang tidak menentu serta fasilitas penerangan yang tidak memadai. Begitu saran yang kita terima ketika tiba di Lombok saat itu. Cukup memakan 30 menit akhirnya kita tiba di Gili Trawangan. Dan ini benar-benar diluar ekspektasi, pantai yang benar-benar bersih dengan penduduk lokal yang baik dan sangat membantu. Setelah puas sedikit jalan mengitari pulau trawangan, akhirnya kita memutuskan untuk mencari penginapan. Variasi harga dan fasilitas yang disediakan, tapi karna kita gembel traveller jadi kita memilih hostel yang cukup nyaman. Dengan fan, kamar mandi dalam dan springbed akhirnya deal dengan harga 250,000 selain itu kamar yang akan ditempati satunya menggunakan AC dibandrol dengan harga 350,000 masing-masing harga fix untuk tiga hari dua malam selama kita disini. Dengan modal nego sadis akhirnya kita mendapatkan kamar yang pantas selama disini. Setelah kita selesai berbenah, akhirnya kita memutuskan untuk menunggu sunset. 

Ini cafe pertama yang kita tongkrongin. Maaf lupa namanya, yang jelas ini salah satu cafe yang paling asik di gili trawangan. Untuk menu makanannya standart, ada indonesian dan western food.
Kelewatan, daritadi nyebut kita tapi belum ada perkenalan. Hai panggil aku Dee dan sebelahku adalah my secret admirer yang terungkap lol.

Setelah lama menunggu sunset  yang tak kunjung datang, karena mendung, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke penginapan masing-masing. Setelah menyisihkan beberapa menit untuk merebahkan badan akhirnya kita memutuskan untuk kuliner malam. Gili Trawangan memiliki banyak kedai hingga restaurant. Jangan kaget, banyak pertunjukan yang sengaja ditampilkan setiap malam ditepi pantai untuk menarik minat wisatawan dan tak sedikit wisatawan asing yang turut menampilkan aksi mereka. Yeah night life was begin. 

Setelah puas akhirnya kita kembali ke penginapan dan istirahat, menyiapkan energi untuk mengelilingi gili-gili esok pagi.

Selamat pagi. Jadwal pagi ini kita akan snorkeling ke tiga gili, sebelumnya kita harus mengisi perut. Setelah itu kita siap untuk menjelajah didalam air. Gili Trawangan memiliki terumbu karang yang menawan dengan air laut yang masih bersih dan biru. Gili Meno adalah yang paling dalam diantara tiga gili ini, kita bisa menjumpai penyu dan terumbu karang yang tak kalah cantik. Gili Air memiliki perairan dangkal dan banyak ikan kecil yang akan mengeliling kita. Kesimpulannya ketiga gili ini cukup memuaskan mata akan keindahan terumbu karang yang benar-benar masih terjaga. Kita meminta waktu untuk istirahat di Gili Air, ya tidak jauh beda dengan gili trawangan hanya saja Gili Air ini lebih kecil ukuran pulaunya dibandingkan dengan gili trawangan. Overall, masih terlihat sama.

Setelah puas dengan pemandangan dalam air, akhirnya kita memutuskan untuk istirahat mengingat waktu masih tengah hari dan panas-panasnya. Setelah bilas dan istirahat akhirnya kita meneruskan perjalanan untuk mencari sunset  di gili trawangan. Penduduk lokal merekomendasikan lokasi dimana kita bisa menikmati sunset dengan sempurna, Sunset Point. Kita bisa mencapai lokasi itu dengan jalan kaki yang akan menempuh waktu sekitar 45-60 menit, dan kita memutuskan untuk menyewa sepeda dengan harga 50,000.

Dan tibalah kita di tempat yang bernama Sunset Point. Menarik, untuk menikmati sunset  penduduk lokal menyediakan ayunan yang diletakkan tepat ditengah laut, mungkin supaya bisa mengabadikan momen indha bersama sunset, alhasil ayunan tersebut super duper ramai, antri.

Setelah puas bisa ikut foto dengan ayunan, akhirnya kita melanjutkan perjalanan dan mencari spot-spot indah untuk diabadikan. Terlalu banyak spot indah disini, jadi sepertinya gak akan cukup jika postingan ini isinya semua foto kita selama di gili trawangan. Akhirnya setelah asik menikmati sunset, menikmati penampilan dari setiap bar dipinggir pantai, hingga menikmati makan malam. Akhirnya kita jalan-jalan santai mengelilingi sekitar gili trawangan yang masih tersisa. Well, aku ga akan pernah kapok untuk kesini lain kali.

Keesokan harinya kita menyiapkan diri untuk kembali ke rutinitas masing-masing, ya kembali ke Bandung. Perjalanan panjang dimulai, dan hati masih ingin tinggal lebih lama. Suatu saat aku akan kembali.

Kali ini kita memutuskan untuk menggunakan shuttle car dari pelabuhan bangsal ke pelabuhan lembar. Dengan sisa tenaga yang kita miliki akhirnya tibalah kita di pelabuhan lembar. Memesan tiket kapal ekonomi untuk sampai ke Bali, dengan harga 35,000 perorang. Setelah memakan waktu hampir seharian akhirnya tibalah kita di Bali dan perjalanan kita masih panjang. Kita harus mencari bus yang mau menumpangi kita dari padangbae ke gilimanuk dan akhirnya kita mendapatkan bis dengan harga 80,000 perorangnya. Setelah tiba di gilimanuk akhirnya kita harus menyebrang lagi agar sampai ke ketapang dengan kapal feri seharga 10,000 perorangnya.

Setibanya kita di banyuwangi, akhirnya kita memutuskan untuk istirahat di depan indomart depan stasiun banyuwangi baru karna waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi. Ketika pukul 5 pagi akhirnya kita masuk ke dalam stasiun banyuwangi baru dan tidur dikursi tunggu yang disediakan. Lelah yang terbayar. Dari sini kita masih membutuhkan setengah perjalanan hingga tiba di bandung esok hari. Kita menggunakan kereta mutiara timur menuju stasiun gubeng Surabaya, lalu dilanjutkan kereta api mutiara selatan untuk sampai ke stasiun Bandung. And finally setelah perjalanan panjang selama tujuh hari akhirnya kita sampai di Bandung dengan selamat.

Satu dari jutaan destinasi, see you at my another travel post. Thanks for meine-partner.

See you another Summer.