Monday, June 19, 2017

Yang Kedua


Relationship it's not than just the dates, holding hands and kissing. It's about accepting each other's flaws. It's about being yourself and finding happiness together. The point is about seeing an imperfect person perfectly just the way they are. 
---

          Aku selalu meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan hatiku dengan cepat, agar ketika aku dihadapkan pada suatu pilihan, aku siap. Dan pilihanku jatuh kepadanya. Seseorang yang menyita seluruh siangku dan malamku. Seseorang yang namanya selalu terselip dalam doa disepertiga malamku. Seseorang yang selalu menjadi alasan ku untuk tersenyum. Namun bukan aku satu-satunya wanita yang menyita seluruh waktunya, wanita yang tergenggam dalam doanya, dan bukan juga wanita yang menjadi salah satu alasan dalam senyumnya.

Tapi rasanya terlalu sia-sia jika memaksanya untuk ada aku di dalam hari-harinya. Bagaimana tidak, akan ada salah satu pihak yang pada akhirnya tersakiti jika kita memaksakan kehendak satu sama lain. Entah aku, entah dia, atau wanitanya.

Kamu ...

Aku membiarkanmu masuk ke dalam hidupku, lagi. Membiarkanmu memasuki pintu-pintu di hatiku dan mendoktrin otakku. Aku tidak peduli bagaimana pada akhirnya ini, walaupun aku sadar bahwa akulah yang akan sangat menderita nanti. Tapi biarkanlah sesederhana ini, seperti kata rindu yang selalu ku ucap dan kau membalasnya dengan aku juga merindukanmu. 

Aku paham betul ini adalah kesalahan. Paham sekali kesakitan seperti apa yang dirasakan wanitamu ketika mengetahui pria yang dicintainya selama ini pergi dengan wanita lain. Dan aku sangat paham bagaimana hancurnya wanitamu ketika pada akhirnya kamu pergi meninggalkannya dan membangun kebahagiaan baru bersamaku.

Ini bukan masalah cinta atau tak cinta, tapi rasanya sungguh egois jika aku masih saja berusaha memilikimu ketika aku sendiri tahu bahwa kamu milik orang lain. Andai kamu tahu, aku hanya seperti menunggu tanpa tahu apa yang harus kutunggu, seperti ingin pergi tanpa tahu apa yang sebenarnya harus ditinggalkan.

          Jika memilikimu adalah ketidakmungkinan, mungkin menemukanmu adalah sebuah jawaban. Aku bahagia melewati setiap detik ketika denganmu, menyusuri malam dari balik tubuhmu. Aku harap ini tidak akan pernah berakhir, namun jika Tuhan memiliki rencana lain, aku akan siap untuk melepaskanmu sesuai permintaan Tuhan.

Bagaimanapun akhirnya nanti, kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu kudoakan dalam setiap sujud. Apapun peranku dalam hidupmu, semoga aku tidak menjadi beban dan susah bagimu. Aku ingin kamu bahagia, ada atau tidak adanya aku dalam hidup dan hatimu.


Dari : Aku yang kedua dihatimu.
-AR

No comments:

Post a Comment