Saturday, August 9, 2014

Over?

Ada hal yang ternyata benar-benar belum bisa aku lupakan, ada guratan yang masih belum bisa aku sembunyikan ketika membaca pesan singkat darimu, dan ternyata masih ada senyuman ketika membaca sebaris kalimat harapan untuk kita di pesan darimu. 

Bandung, 09 Agustus 2014.

Tepat hari ini di lima tahun yang lalu, dimana aku menemukan celah untuk grow up from the blackness. Hari dimana aku dan kamu menjadi kita, dan hari dimana semua beban terasa lebih ringan jika ada kamu di genggaman tanganku. Semua cerita, rekaman suara, dan bekas balutan hangat masih tersimpan rapi diotakku. Bagaimana tidak, setiap hari selama 5 tahun aku selalu mengucap namamu dan menyelipkan kita dalam doa.

Mereka yang tau ceritaku selalu bilang bagaimana bisa. Yang ku ketahui memang ini kenyataannya, aku selalu memelukmu dalam doa, mengasihi mu dalam sunyi, dan mencintaimu dalam sepi. Aku yang tak pernah peduli dengan siapa kamu memadu kasih, bahkan aku yakin kamu pernah sesetia ini mengingatku dalam memori.

Aku yang membiarkanmu menjalin kasih dengan dia, aku yang selalu menutupi cemburu dan amarahku dengan melampiaskan kepada pria lainnya, aku yang tak punya hati meninggalkan pria yang nyatanya jauh lebih baik dari kamu ketika dia sedang cinta-cintanya.
Bagaimana? Mengapa? Kenapa? Hanya itu yang selalu terngiang ditelingaku ketika kamu menjadi alasanku menjajali semua pria baik lalu pergi. Aku tidak tau seberapa penting kamu dihidupku, yang aku tau hanya kamu yang selalu aku sebut ketika menghadap Tuhanku, yang aku tau hanya kamu alasanku untuk berjalan sejauh ini walaupun aku menapaki jalanan berduri.

Lima tahun berjalan,
aku yang masih saja menggantungkan harapan agar kamu datang dan menepati semua janjimu tepat di hari jadi kita yang ke lima ini.
Jarum jam dengan jahatnya berjalan cepat, memaksaku memasuki detik terakhir hingga bergantinya hari dan kamu belum sama sekali merespon semua kode yang kubuat melalui pesan singkat di sosial media.

Lima tahun yang sia-sia kah?
aku yang selalu menunggumu dalam kesendirian,
aku yang selalu menyayangi dalam balutan sepi,
aku yang selalu mencintaimu dalam jarak tanpa henti,
kini kamu mengingkari janji yang telah kita patri dalam memori?

Apakah aku selama ini hanya hantu disudut kenanganmu? Apa aku hanya selembar kain lusuh yang tercecer di pojok ruang ingatanmu?
Jika tidak, mengapa kamu tidak datang hari ini?

Oh aku tau,
hanya karena kita berbeda, rosario erat digenggaman tanganmu dan tasbih di pelukanku, kamu tak ingin mengingat sedikit tentang kita  hari ini?
hanya karena aku tak memenuhi permintaanmu untuk turut serta menggenggam rosario bersamamu?

Dan semua terjawab sempurna,

i wasted my times for nothing, too fast to say it but thank to you to had be my something in the past
happy failed fifth years anniversary, our past is over :)

Sunday, July 20, 2014

First cut and deepest



“It is difficult to know at what moment love begins,
it is less difficult to know that it has begun”
 

Henry Wadsworth Longfellow

                Sesuatu  yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawanya pulang kembali. Sesuatu itu berwujud satu, tetapi memiliki dua nama yang berbeda, luka dan kenangan. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, dan satunya lagi memaksamu untuk mendekat .
Seseorang di halaman lama terus saja bermunculan dalam ingatan, ketika aku sudah mulai menata dan mebuka hati dengan lembaran yang baru. Seakan jalan di tempat, membiarkan dia yang dulu pernah ku sayangi tetapi pada akhirnya dia lebih memilih orang lain, dan kini membiarkan  bayangnya untuk tetap tinggal dalam hati. Bagiku, sepahit apapun hal yang pernah dia berikan, akan selalu terasa manis jika dialihkan dengan kenangan-kenangan yang pernah kita jalani berdua. Tidak semua wujud mencintai harus menjadi sebagian dari hidupnya atau membiarkan seluruh penghuni galaksi bimasakti mengetahui status hubungan kita. Terkadang wujud mencintai bisa juga berupa memilih untuk pergi dan membiarkan dia pergi atas kebahagian yang ingin dia cari, walaupun bukan denganku. 

Menyakitkan adalah ketika kamu kembali, menawarkanku kasih sayang yang kukira itu adalah cinta, tetapi kenyataannya semua dijadikan permainan semu yang meletakkan aku sebagai korban. Lantas, apakah masa depan yang selalu kau bisikkan hanyalah impian yang takkan pernah menyentuh kenyataan? Lalu apa arti dari semua perhatian yang hanya kutujukan secara khusus untukmu? Apakah semua yang kulakukan tak pernah terasa special dalam hari-harimu?

Semua sangat begitu asing, walau pada awalnya kita pernah merancang semua mimpi kita bersama. Kini yang kulihat hanya semua angan dan hayalan kita yang melambung tinggi dan mungkin akan kubiarkan harapan itu menghilang tersapu oleh angin. Aku belajar ikhlas dari rasa kehilangan, mungkin ini semua balasan untukku karena pernah membuatmu sakit. Tetapi satu hal yang harus kau tau, kemana pun arah kaki ini melangkah, pada akhirnya ia berjalan menujumu. 

                Telah kulupakan permainan sengit yang kau buat. Aku menghardik langkahku untuk menjauhimu, aku memaksa hatiku untuk menutup rapat semua kenangan tentangmu, dan aku terus berusaha mematikan seluruh saraf otakku agar bisa membunuh semua memori akanmu. Apakah aku jahat? Setelah sekian lama dengan jarak sejauh ini aku masih bisa merindukanmu dalam diam, mencintaimu dalam memori, dan ditemani bayanganmu dalam sepi, tetapi kau lebih memilih dia yang entahlah aku tak ingin membandingkanku dengan wanita itu. Karena akan terlalu menyakitkan jika kupilah satu persatu akanku dengan dia. 

Jarak memudarkan bukti perasaan. Mungkin karena mimpimu dan mimpiku berbeda, perasaanmu dan perasaanku tak lagi sama, rosario digenggamanmu dan tasbih dalam genggamanku; kita berbeda. Pada awalnya aku menerima perbedaan ini, dan akan berusaha menerima segala cobaan yang telah menanti kita diujung jalan. Karena bagiku, perbedaan akan menyatukan segalanya, kelebihanmu akan menutupi kekuranganku, begitu pula sebaliknya. Namun ternyata cinta bisa membuatku tanpa sadar berkorban untuk seseorang yang bahkan tak lagi menganggapku ada. Satu lagi hal yang menyakitkan, ketika harus mengingat semua pengorbanan yang pernah kulauin tanpa pamrih.

                Kali ini aku tak ingin mengetahui semua tentangmu disana, cukup aku mendengar bahwa kamu baik-baik saja itu sudah memuaskan hatiku. Akan ada saatnya keadaan berbalik, kamu yang diam-diam mengenang tentang kita, merasa tersakiti oleh kerinduan, dan aku akan tertawa puas dengan seseorang suatu saat nanti. Aku pun tak ingin pesimis, menganggap bahwa aku tak akan berhasil melupakanmu. Kau memang yang pertama yang bisa membuatku jauh lebih dari berarti, tetapi tak selamanya yang pertama akan menjadi yang terbaik. Aku cuma butuh waktu dan kesiapan, untuk menemukan yang terakhir dan kesiapanku menguncimu serta kenangan kita rapat-rapat disudut kenangan.

Je me souviens, phy.

Friday, July 18, 2014

The one and only...



 On Friday. July 18, 2014

Omedetou Tanjoubi desu Supermomsky.
Selamat ulang tahun wanita terhebat dihidupku, percayalah ada ataupun tiadanya dirimu disampingku, kau tetaplah wanita paling hebat dihadapanku. 
Satu-satunya wanita yang bisa menetralisir amarah dan egoku, satu-satunya wanita yang sanggup memapah segalah kesusahanku, dan hanya kau satu-satunya wanita yang masih terus sabar dan perhatian ketika aku membencimu. Sekarang baru terasa, bagaimana sepi dan kosongnya hidupku tanpamu. Walau kadang ocehan kecil yang selalu membuatku muak akanmu, dan sering kali omelanmu membuatku ingin menjauhimu. Tapi percayalah, bahwa tiada wanita terhebat yang bisa menggantikan posisimu untuk saat ini, nanti, dan selamanya. 

 How's life there mommy?
It has been almost 7 years you gone, but the feel is still same before. Your call, a smile, a laugh, a stupid joke, and everything, is still ringing in my ears. Did you happy there? I always pray for you, and ask to God to send you into my dream every night. Because that is the only way how to treat my lonesome to you, although you never came, i still pray to God, always. I miss you overload, did you know it? did you feel it?
I almost crazy about you, i can't accept if you had to go and never come back by my side. So who else should i met if i going down and lost?
Mommy, believe or not, you're the one only a woman that I love forever ever after. You greatest mommy that i ever had, and then full of sorry if I can't been a good child for you. And now, the realized I loss it all, i loss special something from my perfect life before. Your departure made me knew, if everything will come back to God. From it, i never love too much for someone,cause i scarred to loss again. Am I right? 

Although you had gone, you still teach me from the condition. Thanks for always there in me, thanks for always loving me, thanks for always motivated me, thanks for everything you did for me. Now it's time for me to show you, if i can make you and daddy proud to had me. 
Mom, i miss you a lot and i love you so deep. I hope you always happy there, rest in peace and i wish you were happy living as my mom. Happy Birthday momsky -kiss&hug-

Saturday, March 8, 2014

Aku baru tau,

Ternyata ada manusia yang tiba-tiba memendam benci, menyimpulkan sendiri, lantas mematikan hati, tanpa dia tau apa yang dibalik peristiwa yang terjadi
Dia hanya seseorang yang pada awalnya kusimpulkan untuk menjadi persinggahan, tempat mengeringkan luka. Sosok pria yang bahkan tak pernah terpikir untuk lewat atau bahkan singgah, tak pernah sedikitpun. Aku, wanita yang kala itu hatinya tengah terluka oleh cinta, dengan lancang menyeret dia untuk menjadi korban pelampiasan kesepianku selanjutnya.

          Sekalipun dia hanya berperan sebagai pelipur lara, aku berpikir dia tak akan bertahan lama untuk setia menemani hariku. Dia tak akan bertahan lama untuk membuatku terus tersenyum, dan mungkin dia akan bosan bersabar bahkan dia akan kehabisan cara untuk bertahan, seperti pelipur laraku sebelum-sebelumnya.

Hari terus berganti, membawaku memasuki dimensi yang berbeda. Predikat pelipur lara pun selintas sirna dari pikiranku, entah sikapnya membuatku jauh lebih nyaman, aku mulai mencintainya -tulus. Hal yang paling kusuka darinya adalah dia pray reminder  paling perfect, dan dia adalah orang kedua yang mengajari aku tentang menikmati hujan. Ya aku sadar, bagiku hujan adalah jawaban, obat tenang paling ampuh disaat rindu atau sepi.

           Dia menjadi sosok yang tiba-tiba aku butuhkan, menjadi sosok yang tak pernah lupa untuk kucari, dan menjadi sosok yang selalu kurindukan. Entah aku hanya tau dia, ingin dia, mau dia saat itu.
Terkadang bosan dan jenuh menyelimuti, tergugah untuk menyudahi lantas mencari pengganti. Tapi entah ada gulir-gulir lembut yang menyakiti ketika pikiran licik itu terbesit. Aku hanya ingin menikmati dengan apa yang telah aku dapati hari ini, karena mungkin esok aku akan kehilangan, sebelum hal itu terjadi aku tak ingin melewati apa-apa yang membahagiakan terlewati tanpa sebuah cerita.

Setiap ada pertemuan, maka kelak pasti akan ada perpisahan. Itu sudah menjadi hal mutlak, hukum alam. Tapi apakah berpisah ketika sedang cinta-cintanya dan karena terpaksa itu juga termasuk hukum alam?
           Tak pernah terpikir bahwa aku akan berbuat jahat kepadamu, sungguh tak pernah ada niatku untuk melihatmu menagis seperti ini. Mana mungkin aku menyakiti orang yang kusayangi seperti ini?
Aku merasa tolol melihatmu menangisi kata pisahku, aku merasa hina melihatmu menjanji-janjikan sesuatu yang seharusnya tak pantas kau ucapkan untukku, tau kah kamu bahwa aku disini tersiksa? aku pun ikut merasakan semua yang kau rasakan -perih, sakit, terluka. Aku mengamini semua doa serta janji yang kau panjatkan, hanya saja kamu pun harus mengetri bahwa ini bukan yang ku mau. Sadarlah ...

Waktu berjalan begitu lambat, melihat dari jauh tubuhnya terseok-seok menahan luka. Aku yang hanya ingin menguatnya pun tak kuasa menahan sakit melihatnya demikian. Perlahan menjauh, lama-lama tubuhmu tak dapat kupeluk seperti biasanya, menahan rindu itu sangat menyakitkan.

          Malam itu  -beberapa hari setelah keputusanku, di pesta ulang tahun temanmu,
aku melihatmu berdiri terpaku melihatku dengan pria disebelahku. Aku tahu bahwa kau tengah terluka, tapi percayalah pria ini tak seperti yang kau kira.
Semakin dalam tubuhku dipelukan pria itu, semakin tajam pula hujaman makian melalui sorot matamu, seakan menelanjangiku ditengah keramaian. Aku kecewa, hanya itu yang bisa kurasakan.
Kalau saja aku bisa menjelaskan, mungkin kau akan paham dan tak akan membenciku selama itu.

Terkadang apa yang kamu lihat belum tentu sama dengan kenyataan yang tak pernah ingin kamu ketahui, dan kamu bersembunyi lalu memendam semuanya dariku. Hingga akhirnya aku mengerti, ternyata itu semua alasan mengapa kamu membenciku sejauh ini
- smurfs -

Monday, February 24, 2014

Uncompleted?

Jika umur adalah takdir, maka kebahagiaan adalah mutlak.
- Dhanis. February 24, 2014 -

God, you never promise me a perfect life,
but just stay everytimes by my side and make me to feel safe and peace with peoples that's I love
- forever, ever after -
"Selamat atas terlewatkannya 18 tahun usiamu, angka dimana kamu telah menjadi sosok dewasa dimataku. Setelah hari ini, masih banyak hal yang harus kamu capai. Dan ingatlah apa-apa yang telah membuatmu jatuh di tahun lalu, berupayalah untuk tak menjadi manusia yang merugi hanya karena jatuh di lubang yang sama. Selalu ingatlah kepada sang pencipta, usaha keras tanpa berdoa itu mustahil akan menjadikan kesuksesan kelak. Selalu santun dan taat kepada Allah. Umurmu tak lagi balita, lakukan dan pilihlah keputusanmu dengan hati-hati dalam hidupmu, termasuk cita-cita dan kesuksesanmu. Aku berharap semakin kuat usahamu, semakin tegar dan sabar, semakin semangat dengan janji-janji yang telah kau gantungkan" - Papa
 "Selamat berkurangnya umur adikku, sukseslah selalu. Semoga apa yang kamu harapkan tercapai, dan semoga apa yang kamu janjikan cepat terwujud ya. Makin dewasalah, makin berbakti kepada Allah dan papa mama, jangan lupa beribadah. Amin ..." - Mbak Harni
"Happy Birthday my crazy friend, my bebsky! Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu,lancar sekolahnya, sukses karirnya, tercapai cita-citanya. Semoga semua doa terbaik teraminkan ya . Amin, God always bless you bebs" - Dinanood
"Selamat dikurangi usia oleh masa. Semoga semakin menambah banyak bahagia dan berkah. Happy bornday my Best, a tons of good things blessing on you. Maha amin untuk segala doa baik ya" - ClaraDana
"Selamat datang di dunia Kayana Respati Arya,selamat ulang tahun Dhanis. Happy bornday sayang,semoga Tuhan selalu memberkati ya, Amin" - Achen Arya
"Happy Birthday to you mbak bro. As increasing your age, I hope you're be a wise, given by the God what your aspire, and can be successful person in the future. Happy 18th, better than before, Amin" - Masbro
"I always remember all about you, and us. Happy bornday my besties ever, Dhanis" - Erlin
"Happy Birthday Dududku, happy 18th for my best. Allah bless you, amin untuk semua doamu" - Yuknito
"Kamu ulang tahun po bebsky? Beb happy birthday ya, success for your future and everythings, be better too. Close to God, and dont forget to pray in every condition. And i hope we can fly together soon, my beauty stewardess. Amin untuk semua doa terbaik" - Palupiooh
"Happy Bday kamu, semoga semua yang disemogakan teraminkan. Sorry ga bisa kasih apa-apa, cuma ini nih. Download trus dengerin ya nyuk" - Dafiano


That's a half of best greeting from the best peoples too, in my world. And I think, it has complete me now. She is, my old friend, come and close again like before. And there's new peoples around me now. I love them like i love my self, i need them like i need the oxygen for breathing. God, promise to me that you never dissapear from my side, promise to me too if you must safe me and them at every condition, and promise me too if you always bring me to good way and always teach me to be better than before. One more, teach me to little bit forgive all of the bad memories that has begun at past.

God, now i just wanna share the happiness in their life that can makes them remember and maybe be the reason when they smile. For everyone around me, for my best. I felt completed outside today, but not for inside of me. God, bring her to my dream tonight, every night i mean. I miss her smile, her voice, and all of her, I miss sincerely. Maybe it has be the 6th birthday without her, how can I not miss her a lot.

I just wanna see her face today, hear her voice when she say 'Happy Birthday my princess' like she did before, feel her hug before I sleep like she did every night at past.
I just wanna tell her that I had many mistakes to her, i just wanna kiss her foot and say if i love her more than every things in this world, more than i love my self too.

God,
i think you can't bring her back, but i will more happiness if you safe her like safe me in this world, i will more feel better if you hug her with your hand in your best heaven, please safe her at peace with peoples that she loved there. That's i want for my 18th gift from you God. Thank's for every things, I do love you God, more.

Tuesday, January 21, 2014

Karena Cinta bisa Kadaluarsa ...

          Dinginku ini bukan tak berarti kepadamu, diamku ini bukan tak bermaksut terhadapmu. Aku hanya menyembunyikan apa-apa yang tak pantas untukmu ketahui lagi. Menenggelamkan diri dalam gelapnya malam dan mendominasi hati dengan alunan kesunyian. Layaknya tersangka, kau tuduh aku bertubi-tubi dengan pernyataan yang masih belum jelas kau temui kebenarannya. Kau ungkit semua cerita lama, dan menyeretku untuk mengais masa lalu dengannya. Kau beberkan semua kesalahan seakan kau sangat bersih dengan mengatakan segalanya. Apa aku memang seburuk seperti apa yang kau pikirkan dan bicarakan kepada mereka?

         Kau telah menjadi makhluk yang berbeda, padahal baru beberapa hari kita melewatinya. Semua terasa manis ketika kau masih berusaha mengejar harapmu, memintaku untuk tetap tinggal bersamamu. Entah mengapa kini semua terasa sangat asing, secepat itukah atau hanya itu yang bisa kau perjuangkan agar aku tetap bertahan?
Kau selalu menuntutku untuk menjadi seperti yang kau impikan, menuruti semua kemauan dan selalu ada ketika kau butuhkan. Lantas bagaimana denganmu, kemana perginya kamu ketika ku butuhkan? Apakah aku memintamu menuruti semua kemauanku dan apakah aku memintamu untuk berevolusi menjadi pangeran yang selalu ku impikan?

Kau selalu saja berkata, “Apakah aku hanya pelarian?”

Dan aku pun selalu menjawab dengan jawaban yang sama, tetapi mengapa kau masih meragukannya? Kau bercerita sesuka hatimu, sepuas jiwamu, kepada mereka yang bahkan seharusnya tak pantas untuk mendengarkannya. Kau selalu saja mencari hingga kecelah tersempit akan kesalahanku, hanya karna aku bersikap dingin terhadapmu. Tidakkah kau sadar, bahwa tingkah lakumu lah yang membuatku sedemikian ini?

Dan lagi kau selau saja berkata, “Bukan saja hanya aku yang ada dihatimu, melainkan dia, masa lalumu”

Lantas kali ini jawaban apa yang ingin kau dengarkan? Apakah kau sadari, secara tidak sengaja kau memkasaku untuk kembali menyentuh kenangan, membangunkan hantu di sudut kerinduan dan terdampar dalam bayang-bayang. Tidak seharusnya kau menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku berulang-ulang, bukankah sudah jelas bahwa jawaban yang telah kulontarkan tak akan pernah berubah?

Dan ini bukan pertama atau kedua kalinya kau berucap, “Aku memang bukan lelaki yang mudah untuk bereaksi, yang dengan pintar memulai suatu hal”
Lalu sampai kapan kau ingin seperti ini, memperhatikanku terpongah-pongah berlari mengejarmu, memantau segala pengorbananku dan melihatku memperjuangkanmu tanpa sedikitpun kau bereaksi untukku. Menyenangkan bukan diperjuangkan seorang wanita layaknya kau adalah seseorang yang memang patut untuk diperlakukan sedemikian rupa. Apakah menurutmu semua ini lucu?

         Aku yang terlalu berambisi untuk mendapatkanmu atau kau yang terlalu mudah untuk menghempaskanku? Apakah dengan mempermainkan perasaanku selama berkali-kali dan aku tetap bertahan mengejarmu itu masih saja kurang sebagai bukti terhadapmu? Aku yang terus saja sabar untuk mempertahankanmu walaupun kau telah menunjukkan penolakan apa itu belum cukup? Setelah kau balas semua harapanku, pengorbananku, perjuanganku dengan penolakan dan permainanmu, kini kau datang dengan mudah menyatakan semua pernyataan bahwa aku lah yang pantas untuk menjadi kekasihmu. Lalu setelah sekian lama kau gantung perasaanku, mengapa baru sekarang kau mengaplikasikan semua isi hatimu terhadapku setelah perasaan ini menguap tak berbekas. 
Kemana saja kau kemarin, ketika aku masih mengejarmu dan mengaharapkanmu?
Setelah kau regas segenap pucuk pengharapanku, kini kau minta maaf? Semudah itu?
          Demikianlah dirimu, kau hanya ingat kekejamanku padamu walaupun kecil, bahkan kau lupa kekejamanmu sendiri terhadapku padahal begitu besarnya. Bukankah kau yang telah berjanji, bahwa kau akan selalu ada untukku, bahkan ketika kau menitikkan air mata dihadapanku, tidakkah kau ingat semua janji yang telah kau ucapkan? Hampir aku mati menanggung segala permainan hati yang kau perlihatkan, hampir aku kecewa melihatmu mengingkari semua apa yang telah kau ucapkan dengan kata janji, tanpa kau sadari kau melampaui batas ingkar akan janji yang pernah kau ucapkan. Siapakah diantara kita yang kejam?

         Setelah semua penderitaan yang kau tunjukkan, kini kau memintaku untuk menjadi sosok yang kau butuhkan? Semudah itukah bagimu membalikkan telapak tangan? Oh aku sadar, kau akan datang ketika kau membutuhkanku dan kau akan pergi ketika kau mulai jenuh terlibat denganku, seperti itukah? Sebenarnya peran apakah yang kau berikan terhadapku di permainanmu? Bukankah aku kekasihmu? Lantas tidakkah kau malu atas semua janji yang kau ucap lalu kau mengingkar begitu saja? Tidakkah kau muak melihat hubungan ini mengambang diantara amarah dan kebosanan? Apakah hanya ini yang bisa kau perjuangkan agar kekasihmu tetap tinggal?

         Aku yang telah berusaha menutup alat pendengaranku akan perkataan mereka yang ganjil terhadapmu, nyatanya kau malah membuktikan sendiri semua keganjilan tersebut dihadapakanku. Lalu kini kau ingin semua terlihat baik-baik saja? Kau ingin aku terus memperjuangkan dan mempertahankan? Memang kau siapa? Aku tak akan bodoh untuk memperjuangkan seseorang yang bahkan tak pernah memperjuangkanku, selama ini aku telah terlalu rapuh untuk bertahan pada sesuatu yang semu, sesuatu yang tak pernah akan menjadi nyata.


Kini entah cerita bahagia seperti  apa yang akan kau rangkai untukku? 

Thursday, January 2, 2014

Memapah rindu

Untuk lelaki yang tak pernah lelah membahagiakanku...
         Sore ini entah apa yang membawamu mengingatnya, lalu menangis karenanya. Kukira kau sudah tak ingin mengingatnya. Bukankah telah lama kau tak ingin menginjakkan kakimu ke rumah barunya, lalu mengapa kali ini kau datang. Lantas bisakah kusebut ini sebuah rindu?


“Mbak, kamu lagi apa? Papa lagi dimakam mamamu ini” ,tanyanya dengan suara berat.

“Aku gak ngapa-ngapain, tumben kesana pa? Papa gak kenapa-napa kan? Gak takut dimarahin istri baru?” ,balasku seenaknya.

“Gak tau alasan apa aku ada disini, yang jelas papa kangen mamamu. Entah mengapa tiba-tiba papa sangat rindu dengan mamamu, maka dari itu papa sempetin mampir kesini” ,tangisnya pecah memburu.

Hening, lidahku kelu, serasa desiran darahku berhenti dan nadiku membeku. Air mataku tergenang dipelupuk batasan air mata dan tak sanggup kutahan. Lelaki itu menunggu balasanku, tapi entah aku tak bisa berkilat lidah untuk membalasnya, aku menangis.

“Mbak, kamu jaga diri baik-baik ya. Cuma kamu sekarang yang papa punya, papa gak punya siapa-siapa lagi mbak, kamu orang yang paling berharga buat papa setelah mamamu” ,suaranya beradu dengan deruan tangis.

“Iya pa, sebisa mungkin aku selalu ada buat papa. Papa jaga diri baik-baik ya, aku juga merindukan mama sama sepertimu” ,jawabku dengan suara berat

“Iya mbak, papa merindukan mamamu. Entah mengapa seberat ini, kamu baik-baik disana” ulasnya lalu memutus saluran telepon.
Pikiranku jauh melayang memutar semua kejadian yang sudah-sudah, hatiku sakit. Entah mengapa semua jadi serumit ini, aku harus pasrah menerima dan menjalani semua seperti kemauannya. Aku berusaha sabar dan sebisa mungkin untuk tegar, berpegang terguh dengan prinsip bahwa aku akan terus bahagia untuknya. Hujan sore ini benar-benar ikut larut dalam kerinduanku terhadapnya, akankah takdir mempertemukanku dengannya? Aku dan kau sama-sama merindukannya, mungkin dia juga merindukan kita terutama padamu, maka dari itu kau digiring kerumahnya untuk sesekali berkunjung dan merasakan betapa dinginnya dibalut oleh kesepian.

16 : 16
Wonogiri - Jawa Tengah, Indonesia