Saturday, February 1, 2014

Merasakan Bayangmu





“It is difficult to know at what moment love begin, it is less difficult to know that it has begun” – Henry Wadsworth Longfellow


---


          Aku sadar bahwa semuanya hanya sia-sia. Memintamu kembali, memelukku dan mengulang semua cerita indah kita lagi. Sia-sia. Kisah ini memang sudah seharusnya untuk diakhiri, sakit atau tidak kita tetap harus merelakan semua cerita ini pergi. Aku? Jangan tanyakan aku, bukankah kamu selalu mementingkan semua kepentinganmu diatasku? Bahkan sepertinya aku mulai sadar meski sesungguhnya ini terlambat, bahwa aku hanya aku, kamu dan hanya kamu, tidak ada kita, tidak ada. 

Aku tengah berusaha memperjuangkan apa yang telah kamu sia-siakan, sadarkah?
Menahan semua sikap angkuh dan egomu, memendam semua luka dan tangis. Tahukah kamu? Tentu tidak. Memang seberapa pantas sosokku berada dalam ingatanmu? Mungkin hanya aku yang menganggap kamu sangat berarti dalam ingatan dan hidupku. 

Seperti siluet bayangan, kamu menghilang saat aku mengerjap. Layaknya rasa kantukmu, aku yang menghilang ketika kau membuka mata. Tidakkah kita salah? Salah dalam mengenal satu sama lain.
Aku tak ingin menjadi semua hal yang menghilang ketika kau mengerjap atau membuka mata, aku tak ingin menjadi cermin yang terlihat ada tetapi nyatanya tak pernah ada dalam kehidupanmu. 

Sadarkah? Aku hanya ingin menetap.


No comments:

Post a Comment